Tampilkan postingan dengan label MAJMU' MAKALAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MAJMU' MAKALAH. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Oktober 2012

MAKALAH, SEKS BEBAS


SEX BEBAS

1.         Pengertian Sex Bebas

Seks berarti jenis kelamin, yaitu suatu sifat atau ciri yang membedakan laki-laki dan perempuan. Seksual berarti yang ada hubungannnya dengan seks atau yang muncul dari seks, misalnya pelecehan seksual yaitu menunjuk kepada jenis kelamin yang dilecehkan.Perlaku seksual adalah segala bentuk perilaku yang muncul berkaitan dengan dorongan seksual.Hubungan seks mempunyai arti hubungan kelamin sebagai salah satu bentuk kegiatan penyaluran dorongan seksual atas.

Seks bebas adalah hubungan seksual yang dilakukan diluar ikatan pernikahan, baik suka sama suka atau dalam dunia prostitusi.Seks bebas bukan hanya dilakukan oleh kaum remaja bahkan yang telah berumah tangga pun sering melakukannya dengan orang yang bukan pasangannya. Biasanya dilakukan dengan alasan mencari variasi seks ataupun sensasi seks untuk mengatasi kejenuhan.

Seks bebas sangat tidak layak dilakukan mengingat resiko yang sangat besar. Pada remaja biasanya akan mengalami kehamilan diluar nikah yang memicu terjadinya aborsi. Ingat aborsi itu sangatlah berbahaya dan beresiko kemandulan bahkan kematian. Selain itu tentu saja para pelaku seks bebas sangat beresiko terinfeksi virus HIV yang menyebabkan AIDS, ataupun penyakit menular seksual lainnya.

Pada orang yang telah menikah, seks bebas dilakukan karena mereka mungkin hanya sekedar having fun. Biasanya mereka melakukan perselingkuhan denga orang lain yang bukan pasangan resminya, bahkan ada juga pasangan suami istri yang mencari orang ketiga sebagai variasi seks mereka. Ada juga yang bertukar pasangan. Semua kelakuan diatas dapat dikategorikan seks bebas dan para pelakunya sangat berisiko terinfeksi virus HIV.

           
Orientasi seksual adalah dengan jenis kelamin dimana seseorang lebih tertarik secara seksual. Secara ekstrem orientasi seksual dikategorikan menjadi dua yaitu heteroseks (orang yang secara seksual tertarik dengan lawan jenis) dan homoseks (orang yang secara seksual lebih tertarik dengan orang lain yang sejenis kelamin). Diantara kedua kutub orientasi seksual tersebut, masih ada perilaku-perilaku seksual yang sulit dimasukkan dalam satu kategori tertentu karena banyak sekali keragaman di dalamnya.

Secara seksual dan aktivitas seskual pada jenis kelamin yang sama. Laki-laki yang tertarik  kepada laki-laki disebut “gay”., sedangkan perempuan yang tertarik pada perempuan disebut “lesbian”.

Terjadinya homoseksualitas masih diperdebatkan. Ada yang mengatakan bahwa hal ini terjadi sejak lahir (dipengaruhi oleh gen) dan ada pula yang mengatakan didapatkan dari pengaruh lingkungan. Homoseksual dikatakan normal apabila bisa diterima di suatu budaya tertentu dan dikatakan tidak normal apabila tidak diterima di budaya yang lain, tetapi dalam bersikap  kita sebaiknya tetap menghargai manusia tanpa membedakan orientasi seksualnya.


2.          Penyebab Terjadinya Sex Bebas

a.       Pengaruh Negatif Media Massa
Media masssa seperti televisi, film, surat kabar, majalah dan sebagainya belakangan semakin banyak memasang dan mempertontonkan gambar-gambar seronok dan adegen  seks serta kehidupan yang glamour yang jauh dari nilai-nilai. Hal ini diperparah lagi dengan berkembangnya tehnologi internet yang menembus batas-batas negara dan waktu yang memungkinkan mengakses hal-hal yang bisa meningkatkan nafsu seks. Informasi tentang seks yang salah turut memperkeruh suasana. Akibatnya remaja cenderung ingin mencoba dan akhirnya terjerumus kepada sex bebs (free sex).


b.        Lemahnya Keimanan
        Hampir semua, bila tidak mau dikatakan semua, perilaku seks bebas, tahu akanbeban dosa  yang mereka terima. Tapi entah kenapa, bagi mereka hal itu 'dibelakangkan' dan menjadikan nafsu sebagai pemimpin. Ini menunjukkan lemahnya rasa keimanan mereka.
c.          Tidak adanya pendidikan sex yang benar, tepat dan dilandasi nilai-nilai agama.
d.         Lemahnya pengawasan orang tua.
e.          Salah dalam memilih teman

3.         Bahaya Dan Dampak Sex Bebas
            Dampak dari  sex bebas (free sex), khususnya pada remaja dapat dibagi menjadi
a.         Bahaya Fisik
Bahaya fisik yang dapat terjadi adalah terkena penyakit kelamin (Penyakit MenularSexual/ PMS)  dan HIV/AIDS serta bahaya kehamilan dini yang tak dikehendaki. PMS adalah penyakit yang dapat ditularkan dari seseorang kepada orang lain melalui hubungan seksual.  Seseorang berisiko tinggi terkena PMS bila melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan baik melalui vagina, oral maupun anal.  Bila tidak diobati dengan benar, penyakit ini dapat berakibat serius bagi kesehatan reproduksi, seperti terjadinya kemandulan, kebutaan pada bayi yang baru lahir bahkan kematian. Penyakit klamin yang dapat terjadi adalah kencing nanah (Gonorrhoe), raja singa (Sifilis), herpes genitalis, limfogranuloma venereum (LGV), kandidiasis, trikomonas vaginalis, kutil kelamin dan sebagainya. Karena bentuk dan letak alat kelamin laki-laki berada di luar tubuh, gejala PMS lebih mudah dikenali, dilihat dan dirasakan. Tanda-tanda PMS pada laki-laki antara lain:
·         berupa bintil-bintil berisi cairan,
·         lecet atau borok pada penis/alat kelamin,
·         luka tidak sakit; keras dan berwarna merah pada alat kelamin,
·         adanya kutil atau tumbuh daging seperti jengger ayam,
·         rasa gatal yang hebat sepanjang alat kelamin,
·         rasa sakit yang hebat pada saat kencing,
·         kencing nanah atau darah yang berbau busuk,
·         bengkak panas dan nyeri pada pangkal paha yang kemudian berubah menjadi borok. 
Pada perempuan sebagian besar tanpa gejala sehingga sering kali tidak disadari. Jika ada    gejala, biasanya berupa antara lain:
·         rasa sakit atau nyeri pada saat kencing atau berhubungan seksual,
·         rasa nyeri pada perut bagian bawah,
·         pengeluaran lendir pada vagina/alat kelamin,
·         keputihan berwarna putih susu, bergumpal dan disertai rasa gatal dan kemerahan pada alat kelamin atau sekitarnya,
·         keputihan yang berbusa, kehijauan, berbau busuk, dan gatal,
·         timbul bercak-bercak darah setelah berhubungan seksual,
·         bintil-bintil berisi cairan,
·         lecet atau borok pada alat kelamin.

Perlu diketahui bahwa PMS tidak dapat dicegah hanya dengan memilih pasangan yang kelihatan bersih penampilannya, mencuci alat kelamin setelah berhubungan seksual, minum jamu-jamuan, minum antibiotik sebelum dan sesudah berhubungan seks.
AIDS singkatan dari Aquired Immuno Deficiency Syndrome.  Penyakit ini adalah kumpulan gejala penyakit akibat menurunnya system kekebalan tubuh.  Penyebabnya adalah virus HIV.  HIV sendiri adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. AIDS merupakan penyakit yang salah satu cara penularannya adalah melalui hubungan seksual.  Selain itu HIV dapat menular melalui pemakaian jarum suntik bekas orang yang terinfeksi virus HIV, menerim tranfusi darah yang tercemar HIV atau dari ibu hamil yang terinfeksi virus HIV kepada bayi yang dikandungannya. Di Indonesia penularan HIV/AIDS paling banyak melalui hubungan seksual yang tidak aman serta jarum suntik (bagi pecandu narkoba).
Sesudah terjadi infeksi virus HIV, awalnya tidak memperlihatkan gejala-gejala khusus. Baru beberapa minggu sesudah itu orang yang terinfeksi sering menderita penyakit ringan sehari-hari seperti flu atau diare.  Pada periode 3-4 tahun kemudian penderita tidak memperlihatkan gejala khas atau disebut sebagai periode tanpa gejala, pada saat ini penderita merasa sehat dan dari luar juga tampak sehat.  Sesudahnya, tahun ke 5 atau 6 mulai timbul diare berulang, penurunan berat badan secara mendadak, sering sariawan dimulut, dan terjadi pembengkakan di kelenjar getah bening dan pada akhirnya bisa terjadi berbagai macam penyakit infeksi, kanker dan bahkan kematian. Untuk mendeteksi adanya antibodi terhadap virus HIV, yang menunjukkan adanya virus HIV dalam tubuh, dilakukan tes darah dengan cara Elisa sebanyak 2 kali.  Kemudian bila hasilnya positif, dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan cara Western Blot atau Immunofluoresensi.
Kesiapan seorang perempuan untuk hamil dan melahirkan atau mempunyai anak ditentukan oleh kesiapan dalam tiga hal, yaitu kesiapan fisik, kesiapan mental/ emosi/psikologis dan kesiapan sosial/ekonomi.  Secara umum, seorang perempuan dikatakan siap secara fisik jika telah menyelesaikan pertumbuhan tubuhnya (ketika tubuhnya berhenti tumbuh), yaitu sekitar usia 20 tahun.  Sehingga usia 20 tahun bisa dijadikan pedoman kesiapan fisik. Kehamilan pada usia yang sangat dini dan tidak dikehendaki akan menyebabkan terjadinya resiko kehamilan dan persalinan serta resiko pada janin seperti
  • panggul sempit
  • kontraksi rahim yang lemah
  • ketidak teraturan tekanan darah yang dapat berdampak pada keracunan kehamilan serta
  • kejang-kejang yang dapat menyebabkan kematian
  • Remaja atau calon ibu merasa tidak ingin dan tidak siap untuk hamil maka ia bisa saja tidak mengurus dengan baik kehamilannya
  • Gangguan pertumbuhan organ-organ tubuh pada janin
  • kecacatan
  • Sulit mengharapkan adanya perasaan kasih sayang yang tulus dan kuat dari ibu yang tidak menghendaki kehamilan bayi yang dilahirkanya nanti.  Sehingga  masa depan anak mungkin saja terlantar
  • Mengakhiri kehamilannya atau sering disebut dengan aborsi.  Di Indonesia aborsi dikategorikan sebagai tindakan ilegal atau melawan hukum.  Karena tindakan aborsi adalah ilegal maka sering dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan tidak aman. Aborsi tidak aman berkontribusi kepada kematian dan kesakitan ibu. Aborsi sangat berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan perempuan terutama jika dilakukan secara sembarangan yaitu oleh mereka yang tidak terlatih.  Perdarahan yang terus-menerus serta infeksi yang terjadi setelah tindakan aborsi merupakan sebab utama kematian perempuan yang melakukan aborsi.  Di samping itu aborsi juga berdampak pada kondisi psikologis.  Perasaan sedih karena kehilangan bayi, beban batin akibat timbulnya perasaan bersalah dan penyesalan yang dapat mengakibatkan depresi.

b.      Bahaya perilaku dan kejiwaan
Sex bebas akan menyebabkan terjadinya penyakit kelainan seksual berupa keinginan untuk selalu melakukan hubungan sex. Sipenderita sellau menyibukkan waktunya dengan berbagai khayalan-khayalan seksual, jima, ciuman, rangkulan, pelukan, dan bayangan-bayangan bentuk tubuh wanita luar dan dalam. Sipenderita menjadi pemalas, sulit berkonsentrasi, sering lupa, bengong, ngelamun, badan jadi kurus dan kejiwaan menjadi tidak stabil. Yang ada dipikirannya hanyalah seks dan seks serta keinginan untuk melampiaskan nafsu seksualnya. Akibatnya bila tidak mendapat teman untuk sex bebas, ia akan pergi ke tempat pelacuran (prostitusi) dan menjadi pemerkosa. Lebih ironis lagi bila ia tak menemukan orang dewasa sebagai korbannya, ia tak segan-segan memerkosa anak-anak dibawah umur bahkan nenek yang sudah uzur.
c.         Bahaya sosial
      Sex bebas juag akan menyebabkan seseorang tidak lagi berpikir untuk membentuk keluarga, mempunyai anak, apalagi memikul sebuah tanggung jawab. Mereka hanya menginginkan hidup di atas kebebasan semu. Lebih parah lagi seorang wanita yang melakukan sex bebas pada akhirnya akan terjerumus ke dalam lembah pelacuran dan prostitusi.
Anak yang terlanjur terlahir akibat sex bebas (perzinahan) tidak mendapatkan cinta kasih dari ayahnya dan kelembutan belainan ibunya. Ia tidak akan mendapat perhatian dan pendidikan yang cukup. Setelah ia tahu bahwa ia terlahir akibat perzinahan, maka kejiwaannya akan menjadi kaku dan tersisih dalam pergaulan dan sosial kemasyarakatan, bahkan tak jarang ia akan terlibat dalam masalah kriminalitas. Hal yang lebih ironis lagi adalah sering ayah dari anak yang terlahir akibat sex bebas tidak jelas lagi siapa ayahnya.
Sex bebas juga akan menyebabkan berantakannya suatu keluarga dan terputusnya tali silaturrahmi dan kekerabatan. Orang tua biasanya tidak akan perduli lagi pada anak yang telah jauh tersesat ini, sebaliknya seorang remaja yang merasa tidak dipedulikan lagi oleh orang tuanya akan semakin nekad, membangkang dan tidak patuh lagi pada orang tua. Ia juga akan terlibat konfrontasi dengan sanak saudara lainnya. Hal ini pada akhirnya dapat menimbulkan rasa frustasi dan kecewa serta dendam tak kesudahan terhadap anggota keluarga sendiri.
d.      Bahaya perekonomian
      Sex bebas akan melemahkan perekonomian si pelaku karena menurunnya produktivitas si pelaku akibat kondisi fisik dan mental yang menurun, penghamburan harta untuk memenuhi keinginan sex bebasnya. Disamping itu sipelaku juga akan berupaya mendapatkan harta dan uang dengan menghalalkan segala cara termasuk dari jalan yang haram dan keji seperti korupsi, menipu, judi, bisnis minuman keras dan narkoba dan lain sebagainya.

4.            Pencegahan Terjadinya Sex  Bebas  
            Untuk menghindari sex bebas perlu dilakukan pengontrolan dan pengendalian nafsa syahwat. Beberapa upaya yang dapat dilakukan adalah.
a.       . Mengisi waktu luang dengan hal yang bermanfaat
 Seorang pemuda bila ia sendirian diwaktu-waktu kosong, akan datang kepadanya angan-angan, bisikan-bisikan dan hawa nafsu yang membawa kepada dosa juga khayalan-khayalan seksual. Seorang pemuda harus mentahui bagaimana ia menghabiskan waktunya dan mengisi waktu kosongnya. Banyak sekali hal-hal yang dapat dilakukan oleh seorang remaja untuk mengisi waktu kosongnya, bisa dengan olahraga, rekreasi, membaca buku yang berfaidah, membuat kerajinan tangan, menghadiri pengajian, mengiktui perlombaan dan lain-lain aktifitas yang bermanfaat.

b.      Memilih Teman Yang Baik
Suatu kenyataan dan pengalaman membuktikan bahwa ketika seorang remaja berteman dengan teman yang baik maka ia akan terpengaruh pada mereka untuk melakukan kebaikan.


c.         Menjauhi dan menghindari media massa yang buruk
Media massa merupakan salah satu faktor yang ”ikut” bertanggung jawab terhadap menjamurnya seks bebas. Banyak acara-acara ditelevisi dan pemberitaan di koran dan majalah yang mengumbar nafsu seks, gambar-gambar yang seronok, iklan-iklan yang berbau ”pornografi” yang turut memperburuk moral para remaja dan merangsang remaja untuk melakukan seks bebas. Untuk itu para remaja perlu memilah-milah berita yang akan dibaca dan acara televisi yang akan ditontonnya.
d.   Berpuasa
e.   Menggunakan cara-cara medis
Untuk mengendalikan nafsu seksual dapat diupayakan cara-cara medis sebagai berikut:
·         Sering mandi air dingin di musim panas
·         memperbanyak olahraga dan latihan fisik
·         Menjauhi makanan yang mengandung merica dan rempah-rempah karena mempunyai sifat merangsang
·         Tidak terlalu banyak mengkonsumsi semampunya minuman perangsang saraf seperti kopi
·         Tidak terlalu banyak mengkonsumsi daging merah dan telur

Senin, 23 Juli 2012

DOKTRIN TRINITAS/TRITUNGGAL


DOKTRIN (KEBENARAN?)TRINITAS/ TRITUNGGAL[1]
I.                    Pendahuluan
Adalah kata ‘pengikut Al-Masih’ dalam kitab-kitab teologi menggambarkan tentang keyakinan Trinitas (Tuhan Bapa, Rahul Kudus, dan Yesus Kristus) dan permasalahan- permasalahan yang mendasar yang bersumber pada akidah mereka. Tidak adanya dalil dari para pengikut Masih atas keyakinan mereka, sementara mereka mengklaim diri mereka telah menyakini monoteisme, dengan pengertian satu dalam kemajemukan. Apakah kesatuan dalam pengertian ini, berhak ada pada zat Tuhan. Sementara independen (kemandirian) terlepas pada zat-Nya dan tidak bertentangan dengan argumentasi akal?
Konsep trinitas bersumber pada ajaran kitab Injil yang diragukan keasliannya, disebabkan bukanlah kitab ‘Samawi’ (bersumber pada wahyu Allah Swt), namun kitab injil tersebut ditulis dan disusun setelah Al-Masih diangkat oleh Allah atau setelah penyalibannya menurut perkiraan orang-orang nasrani. Dan masuknya konsep Trinitas pada agama Nasrani setelah kepergian Al-Masih dan para pengikutnya.
Seorang Yahudi yang bernama Paulus yang mengajarkan ajaran nasrani tersebut, dengan klaim bahwa Al-Masih telah menyatu dalam dirinya, dan ia berkewajiban menjalankan dakwah kepada seluruh masyarakat. Dia juga menyatakan bahwa Isa sebagai tebusan dosa manusia setelah penyalibannya. Adapun syariat, bukanlah suatu kewajiban bagi orang-orang selain Yahudi. Mr. Louis, seorang cendikiawan nasrani menyatakan: “Penjasadan adalah kata dari rahasia-rahasia Tuhan, yang akal tidak mampu untuk menalarnya. Namun tidaklah bertentangan dengan argumentasi akal.
Dan didalam Al-Qur’an Al-Karim telah menerangkan tentang akidah yang diselewengkan tersebut, Allah Swt berfiman:Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putera Allah” dan orang-orang Nasrani berkata: “Al masih itu putera Allah”. Demikianlah itu Ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling?
 makalah ini penulis akan mencoba mengupas tentang kebenaran doktrin trinitas atau tritunggal. Apakah doktrin tritunggal/ trinitas diajarkan dalam kitab perjanjian lama dan perjanjian baru?
Mengutip sekilas dari the encyclopedia of religion menuliskan: “para teolog dewasa ini setuju bahwa al Kitab Ibrani (perjanjian lama) tidak memuat doktrin tentang tritunggal.

II.                  Rumusan Masalah
a.  terkait dengan trinitas maka timbul pertanyaan siapa pelopor pertama kali trinitas (tritunggal),kapan dan dimana serta apa artinya?
b. apakah tritunggal diajarkan dalam perjanjian lama dan perjanjian baru?
c. bagaiamana respon qur’an (islam) terhadap trinitas (tritunggal) dan pengakuan kristiani terhadap yesus sebagai tuhan?
d. bagaimana contoh dialog kesaksian alkitab berkenaan dengan trinitas yang dilontarkan oleh orang- orang kristiani atau orang- orang non kristiani?

III.                Pembahasan
a.  terkait dengan trinitas maka timbul pertanyaan siapa pelopor pertama kali trinitas (tritunggal),kapan dan dimana serta apa artinya?
Istilah "Trinitas" pertama kali dicetuskan oleh Tertullian yang punya nama lengkap Quintus Septimius Florens Tertullianus (160-220 M). Tertullian adalah seorang apologet (hujjatul iman) yang berasal dari bangsa Berber yang adalah penduduk asli Afrika Utara, meliputi Libya, Tunisia, Algeria, dan Maroko. Tokoh modern bangsa Berber yang terkenal antara lain Zinedine Zidane (bintang sepak bola dunia).
Karena Tertullian adalah orang Berber dan bekerja sebagai pengacara atau yuri di pengadilan Kartage (Kartago), Afrika Utara, maka tentu saja, istilah "Trinitas" lahir di Kartage, Afrika Utara. Banyak orang nampaknya tidak pernah mengira bahwa istilah "Trinitas" lahir dari bangsa Berber di Kartage, Afrika Utara dan salah kira dengan mengira istilah "Trinitas" berasal dari Yunani.
Istilah Trinitas itu dimunculkan Tertullian sebagai salah satu cara berkomunikasi dengan audiensnya pada saat itu, mengingat hujjah (apologetika) tidak pernah lepas dari konteks sosial dan konteks theologis yang ada di sekitar si apologet (hujjatul iman). Tertullian menggunakan istilah "Trinitas" dalam makna Τρεις υποστάσεις, ομοουσιος 'Trīs hupostasīs homoūsios' 'Tiga Sifat, Satu Dzat' atau "3 esensi, satu substansi" untuk menjelaskan ke-Esa-an Tuhan, yaitu bahwa substansi (Dzat) Tuhan itu satu, satu Dzat Tuhan Yang Maha Esa itu memiliki tiga sifat pokok (esensi). Penyederhanaan berlebihan terhadap konsep Tuhan tersebut nampaknya diperlukan untuk kondisi masyarakat yang dihadapi oleh Tertullianus. Namun, perlu kami katakan bahwa metode penjelasan tersebut tidak berlaku untuk segala konteks.
Konsep Tertullian tidak diterima oleh umat Al Masih Timur, meski istilah "Trinitas" itu sendiri tidak dipermasalahkan. Faktor penolakkannya nampaknya berada pada konteks: konteks umat Al Masih Timur berbeda dengan konteks yang dihadapi oleh Tertullian. Umat Al Masih Timur memahami ungkapan kias "Bapa, Anak, Dzat Sang Kudus" dalam makna: Allah, IlmuNya (esensiNya), dan Dzat-Nya (substansi-Nya) adalah satu Tuhan Yang Maha Esa. Ini berarti, makna istilah "Trinitas" bagi umat Al Masih Timur adalah bahwa Allah, IlmuNya, dan DzatNya bukanlah tiga Tuhan, melainkan satu Tuhan saja, yaitu Allah yang bersubstansi Dzat dan yang beresensi (bersifat Dzatiyah) Ilmu.
Tertullian menggunakan istilah "Trinitas" pada sekitar tahun ±200 Masehi atau ±125 tahun (±1¼ abad) sebelum berlangsungnya konsili Nicea). Tertullian selaku pencetus istilah "Trinitas" itu sendiri tidak pernah menghadiri konsili Nicea, karena sudah wafat pada tahun 220 M (105 tahun sebelum konsili Nicea). [2]
Trinitas adalah sebuah doktrin yang hanya dikenal dalam teologi Kristen. Dalam teologi Kristen difahami hanya ada satu Allah. Tapi dalam satu hakikat Allah tersebut terdapat tiga pribadi yang sama kekal dan sepadan. Namun berbeda dalam pribadi.[3]
Dalam perjanjian baru ditemukan bukti adanya anak & roh kudus yang memiliki kualitas keillahian yang sama dengan bapa. 3 pribadi illahi yang berdampingan & saling menguatkan satu sama lain dalam satu hakikat Allah yang esa. Doktrin trinitas tidak berhenti dengan adanya 3 pribadi illahi tetapi berakhir pada ke esaan dari ketiga pribadi illahi tapi berakhir pada ke esaan dari ketiga pribadi illahi dalam hakikat Allah.
”percayalah kepadaku bahwa Aku di dalam bapa dan bapa di dalam Aku”. (Yohanes, 14:11)
Meski demikian tidak ditemukan secara langsung yang menyatakan bahwa “Allah adalah yesus” atau “Allah adalah Ruh Kudus”. Yang ada hanyalah Tuhan dalam diri Yesus.[4]
b. apakah tritunggal diajarkan dalam perjanjian lama dan perjanjian baru?
The Encyclopedia of Religion menuliskan: “para teolog dewasa ini setuju bahwa Alkitab Ibrani (perjanjian lama) tidak memuat doktrin tentang Tritunggal”.
New Catholic Encyclopedia mengakui: Doktrin Tritunggal tidak diajarkan dalam perjanjian lama”.
Imam Jesuit Edmund Fortman dalam bukunya The Triune God juga mengakui: “perjanjian lama…tidak secara tegas ataupun samar-samar memberi tahu kepada kita mengenai Allah Tiga Serangkai yang adalah Allah, Anak dan Roh Kudus…bahkan mencari di dalam “perjanjian lama” keasan-kesan atau gambaran  di muka atau “tanda-tanda terselubung’ mengenai Trinitas dari pribadi-pribadi, berarti melampaui kata-kata dan tujuan dari para penulis tulisan-tulisan suci”
Bernhard lohse dalam A short History of Christian Doctrine menegaskan: sejauh ini menyangkut perjanjian baru, seseorang tidak menemukan di dalamnya doktrin Tritunggal yang actual”.
Professor E. Washburn Hopkins dari Universitas Yale menekankan: “bagi yesus dan paulus doktrin tritunggal jelas tidak dikenal;… mereka tidak mengatakan apa-apa mengenai itu”. (Origin and Evolution of Relegion).
Sejarawan Arthur Weigall menyatakan: “ yesus kristus tidak pernah menyebutkan perwujudan demikian, dan di manapun dalam perjanjian baru tidak terdapat kata ‘Tritunggal’. Gagasannya baru diterima oleh gereja tiga ratus tahun setelah kematian Tuan kita”. (The Paganism in Our Christianity).
Jadi, dari ke-39 kitab ibrani perjanjian lama, maupun ke-27 kitab Yunani Kristen Perjanjian Baru, seluruh pasal dan ayat- ayat Alkitab sama sekali tidak ada yang memuat ajaran yang jelas mengenai Doktrin Tritunggal/Trinitas![5]
c. bagaiamana respon qur’an (islam) terhadap trinitas (tritunggal) dan pengakuan kristiani terhadap yesus sebagai tuhan?
Tanggapan Al- Qur’an terhadap trinitas
Q.S Al- Maidah : 17
17. Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah itu ialah Al masih putera Maryam". Katakanlah: "Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al masih putera Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi kesemuanya?". kepunyaan Allahlah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Sesungguh ajaran yang dibawa oleh Nabi Isa as. Dari Tuhannya adalah Tauhid yang juga dibawa oleh semua rasul. Aqidah tauhid masih terus hidup sepeninggal al-Masih as. Di kalangan murid- murid & pengikutnya. Salah satu injil dari sekian injil yang banyak yaitu injil bernabas yang menceritakan tentang Nabi Isa & mensifatinya sebagai Rasul Allah. Kemudian terjadi perselisihan diantara mereka. Sebagian mengatakan bahwa Isa al –Masih adalah Rasul seperti halnya Rasul- rasul lain. Tapi sebagian lain mengatakan bahwa dia adalah putra Allah kareana dia tidak berayah tapi tetap juga sebagai makhluk Allah. Dan sebagian lagi menyatakan bahwa al- Masih adalah putra Allah, bukan makhluk & dia memiliki sifat Qadim “maha dahulu” sebagaimana bapa
                Ayat 17 tersebut secara jelas membedakan dzat Allah yang maha suci tabi’at, kehendak & kekuasaan-Nya. Dengan dzat Isa 4 dzat ibunya. Allah yang Mahasuci adalah Esa dan segala sesuatu selainnya adalah makhluk. Demikianlah tampak jelas aqidah islam manakala dibandingkan dengan kepercayaan segolongan ahli kitab.
Pada ayat 18 mereka beranggapan bahwa Allah mempunyai hubungan kebapakan dalam suatu bentuk kebapakan walau bukan secara fisik maka bisa saja secara ruhani. Bagaimanapun bentuk kebapakan yang mereka maksud, maka hal itu menodai aqidah tauhid & mengaburkan perbedaan yang pasti antara uluhiyah dan ubudiyah.
Orang- orang Yahudi dan Nasrani mengaku sebagai anak-anak Allah dan kekasih-kekasinya, sehingga Allah tidak akan menyiksa mereka karena dosa-dosa mereka dan mereka tidak tidak akan masuk nereka kecuali sebentar saja. Padahal Allah adalah Tuhan yang Maha adil.[6]
Q.S al- Maidah :72-73
72. Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al masih putera Maryam", Padahal Al masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu". Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, Maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.
73. Sesungguhnya kafirlah orang0orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga", Padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan yang Esa. jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.
Sesungguhnya siapapun yang mensyari’atkan Allah dengan sesuatu baik itu malaikat, manusia, bintang atau mereka menganggap sesuatu yang ia seru itu dapat mendatangkan manfaat atau menolak bahaya atau dia menjadikan sekutu itu sebagai sebagai pembawa syafaat yang dapat mempengaruhi irodah & ilmu Allah dan menyebabkan Allah melakukan sesuatu di luar yang sudah dia ketahui sebelumnya. Allah benar- benar telah mengharamkan mereka masuk surge.
Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang menyatakan bahwa Allah merupakn salah satu dari 3 oknum. Bapak yaitu pelahir yang diperkenankan, anak yang tidak diperkenankan bukan pelahir dan istri yang diikutkan antara keduanya.
Ada tiga faham yang berbeda di kalangan Nasrani :
1.       Bahwa Tuhan adalah salah satu dari 3 oknum
2.       Bahwa Allah adalah al-Masih Putra Maryam
3.       Bahwa al-Masih adalah anak Allah bukan Allah
Apabila mereka tidak berhenti meninggalkan perkataan ereka tentang Allah adalah salah satu dari 3 oknum dan tidak segera kembali pada tali Tauhid, maka mereka pasti ditimpa siksaan hebat pada hari kiamat kelak.[7]
Karena Firman-Nya Allah, yaitu Ilmu-Nya Allah atau Akal-Budi Allah itu pasti dikandung dalam Dzat Hakekat Allah sendiri, berarti jika itu dinyatakan atau diucapkan keluar dari Allah, maka seolah-olah dilahirkan sebagai Anak dari Pikiran Allah tadi, padahal keluar-Nya dari Allah itu tanpa awal maupun akhir secara kekal. Itulah sebabnya Firman Allah disebut Anak Allah yang kekal. Meskipun Allah itu secara biologis tak beranak maupun diperanakkan. Ini disebabkan, karena Allah sebagai asal-usul dan tempat beradanya Firman itu disebut Bapa. Sedangkan Roh Allah - yaitu prinsip kehidupan dan kuasa Allah - yang ada di dalam hakekat Allah yang satu bersama Firman itu disebut Roh Kudus.
Jadi dalam Iman Kristen, Roh Kudus bukanlah nama malaikat Jibril, namun Roh Allah sendiri. Malaikat Jibril adalah ciptaan dari Roh Kudus ini juga, sebab malaikat Jibril itu diberi hidup oleh Allah melalui rohNyainijugasebagaimanamakhluk-makhluklainnya.
Karena Allah itu Esa, yaitu Bapa tadi, maka haruslah memang Firman-Nya (Anak) itu berasal dari dan berdiam di dalam Allah yang Esa, yaitu Bapa ini. Demikian pula Roh-Nya pun harus keluar dari dan berdiam dalam Bapa yang Esa ini. Dengan demikian Keesaan Allah terjaga. Karena memang Allah itu Satu, Esa, tiada tandingan atau sekutu bagi-Nya. Jadi Tritunggal Maha Kudus adalah Allah yang Esa (Sang Bapa) yang memiliki dalam Dzat-Hakekat-Nya yang Esa Firman yang kekal (Anak) dan Roh yang kekal (Roh Kudus) yang melekat satu di dalam diri-Nya yang Esa itu. Jadi istilah Tritunggal itu bukan mengenai jumlah Allah, namun mengenai keberadaan di dalam diri Allah yang Esa tiada berbilang, dan satu tiada bandinganitu.
Iman Kristen tidak percaya adanya allah yang lebih dari satu karena Allah itu Esa menurut Alkitab. Jadi Tritunggal bukanlah tiga ilah seperti yang dikatakan dalam ayat Al~Qur'an berikut ini:
171. Wahai ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu[383], dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya[384] yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya[385]. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari Ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan yang Maha Esa, Maha suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. cukuplah Allah menjadi Pemelihara.
[383] Maksudnya: janganlah kamu mengatakan Nabi Isa a.s. itu Allah, sebagai yang dikatakan oleh orang-orang Nasrani.
[384] Maksudnya: membenarkan kedatangan seorang Nabi yang diciptakan dengan kalimat kun (jadilah) tanpa bapak Yaitu Nabi Isa a.s.
[385] Disebut tiupan dari Allah karena tiupan itu berasal dari perintah Allah.
Tritunggal adalah Allah Yang Esa itu sendiri yang dalam Dzat-Hakekat-Nya memiliki Kalimat dan Ruh yang kekal tanpa awal maupun akhir. Dan bukan pula Allah itu "salah seorang dari yang tiga" atau "yang ketiga daripada yang tiga" seperti yang dikatakan dalam ayat Al~Qur'an di bawah ini, karena Allah itu hanya satu-satunya dan yang pertama dalam diri-Nya yang Esa yang memiliki Kalimat dan Roh kekal;

” 73. Sesungguhnya kafirlah orang- orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga", Padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan yang Esa. jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih “. (al Qur’an al Maidah :73)[8]
d. bagaimana contoh dialog kesaksian alkitab berkenaan dengan trinitas yang dilontarkan oleh orang- orang kristiani atau orang- orang non kristiani?
Yohanes 1 : 1
“ pada mulanya adalah firman; firman itu bersama- sama dengan Allah dan firman itu adalah Allah”
Klaim Trinitarian : pada frase terakhir ayat ini menyatakan bahwa firman {yang mengacu pada yesus} itu adalah Allah. Bukankah itu berarti Yesus sama dengan Allah?
Jawab: Istilah kata “Allah/allah” dalam Alkitab merupakan padanan kata elohiym (Ibrani), theos (yunani),  God (inggris). Sebagai catatan: dalam bahasa Ibrani [teks asli kitab, perjanjian lama] tidak ada pembedaan huruf besar- kecil. Jadi Allah dan allah sama saja, tidak ada bedanya. Istilah “allah” [elohiym/ theos] dalam Alkitab bisa berarti dua macam makna.[9]
Menurut Prof. Dr. M.M al-A’zami, mengutip dari pendeta Great St. Mary, Cambridge, pada konferensi the Modern Churchmen di Oxford, 1967, Canon Hugh Montefiore, berbicara tentang yesus. Isinya ;”weimer menyiitir satu nukilan dari Table-Talk di mana Luther menyatakan bahwa kristus berzina tiga kali, pertama dengan perempuan di sumur, kedua dengan Mary Magdalena, dan ketiga dengan perempuan yang diambil dari perzinaan, “yang dia lepaskan begitu saja. Dengan demikian, kristus yang begitu suci telah berzian sebelum meninggal.” “
Dalam Matius 26
20-21 sementara yesus makan [hidangan paskah] bersama dengan dua belas muridnya petang itu, dia berkata, “seorang dari kalian akan menyerahkan aku kepada musuh-musuhku.”[10]
Sekilas wacana yang sang menggelitik tentang moral seorang tuhan yang serupa dengan sifat manusia.



IV.                kesimpulan
dapat kami simpulkan bahwa faham Trinitas yang selama ini dipercaya oleh kebanyakan orang-orang Nasrani bawa yesus adalah Tuhan. Setelah melakukan tela’ah dengan merujuk hujjah al- Qur’an maupun kitab injil dan meminjam pemikiran-pemikiran dari beberapa pastur, kesimpulannya bahwa yesus bukan Tuhan tapi di dalam diri yesus bersemayam ruh bapak (itu dilihat dari kitab injil yang sudah rekonstruksi mereka), ”percayalah kepadaku bahwa Aku di dalam bapa dan bapa di dalam Aku”. (Yohanes, 14:11)
Penutup
Sekian yang dapat pemakalah sampaikan sedikit uraian mengenai Trinitas dalam bentuk makalah yang sederhana. Harapan pemakalah semoga memberikan pencerahan buat para pembaca khususnya penulis pribadi. Besar harapan saya agar diberikan kritik yang membangun, untuk kesempurnaan tulisan selanjutnya. Kemudian salah dan khilaf dalam isi makalah ini, kami aturkan maaf dan ada manfaatnya semata-mata semua hidayah dari sang maha sempurna (Allah swt). Salam

V.                  Daftar Pustaka
Hasyim Muhammad. Kristologi Qur’ani. ( Pustaka Pelajar: Jakarta, 2005)
Ahmad Mustafa al-Maragy. Terjemah Tafsir al-Mumaragy Vol. VI. (Toha Putra: Semarang, 1987)
Sayyid Kutub. Tafsir Fi Zhilalil Qur’an Vol. 5. (Gema insane Press: Jakarta. 2002)
Donald Frans. Menjawab Doktrin Tritunggal. (Borobudur Indonesia Publishing: ---------.2008)
http:///www. trinitas/trinitas-siapa-kapan-dimana-terkait.html
Al- A’zami, M, M( diterjemahkan; solihin, sohirin, dkk). The Historis of The Qur’anic Text. (Gema insane; Jakarta. 2005)



[1] Makalah yang dibuat oleh Lutfiyah(084211019) dan M. Siswoyo, AS(084211020) semester VI, jurusan Tafsir Hadis untuk memenuhi tugas mata kuliah Nushus Qur’an,  dengan dosen pengampu bapak Mundhir, M.Ag.
[2] http:///www. trinitas/trinitas-siapa-kapan-dimana-terkait.html
[3] Hasyim Muhammad. Kristologi Qur’ani. ( Pustaka Pelajar: Jakarta, 2005).hal.125
[4] Ibid,hal.126-130
[5] Donald Frans. Menjawab Doktrin Tritunggal. (Borobudur Indonesia Publishing: ---------.2008)hal. XIX-XXII

[6] Sayyid Kutub. Tafsir Fi Zhilalil Qur’an Vol. 5. (Gema insane Press: Jakarta. 2002).hal.301-305

[7] Ahmad Mustafa al-Maragy. Terjemah Tafsir al-Mumaragy Vol. VI. (Toha Putra: Semarang, 1987).hal. 197-297

[8] http:///www. trinitas/doktrin-trinitas-vt19.html

[9] Donald Frans.Opcit.hal. 1-2
[10] Al- A’zami, M, M( diterjemahkan; solihin, sohirin, dkk). The Historis of The Qur’anic Text. (Gema insane; Jakarta. 2005).hal. 299-300